Dalam rangka peringatan HUT Polairud ke 70 Tahun 2020, Ditpolairud Polda sumbar melaksanakan bakti sosial pengobatan gratis dan sunatan masal yang berlokasi di mako Ditpolairud Polda Sumbar.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumbar berhasil mengungkap empat kasus pidana dalam kurun waktu tiga bulan terhitung Juli, September dan Oktober 2020 dengan berbagai kasus.

Hal tersebut diungkapkan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumbar, AKBP Arlenawati saat digelarnya konferensi pers penanganan perkara oleh Ditpolairud Polda Sumbar, tadi siang Senin, (2/11) di kantor Subdit Gakkum Jalan Muara Padang.

Sementara, Dirpolairud Polda Sumbar Kombes Pol Sahat M. Hasibuan, S.Ik menjelaskan kasus-kasus yang berhasil diungkap oleh jajarannya.

“Adapun empat kasus yang ditangani oleh jajaran Ditpolairud Polda Sumbar diantaranya pertama kasus pelayaran dan penggunaan surat yang diduga palsu, kedua yaitu kasus pencurian, kemudian kasus narkotika,” ujarnya.

Disebut, pengungkapan kasus pelayaran yakni penggunaan ijazah palsu oleh Nakhoda dan KKM. Dengan tersangka adalah nakhoda TS (51) dan KKM inisial FS (31).

“Ini merupakan pengungkapan kasus pertama di Sumatera Barat,” jelas Dirpolairud Polda Sumbar yang didampingi Wadirpolairud dan Kasubdit Gakkum.

Dikatakan, pengungkapan ini saat Kapal Polisi Ditpolairud tengah melakukan patroli laut. Kemudian melakukan pemeriksaan kapal bernama TB. Solomon Dolphin yang sedang mengandeng Tongkang BG. Jumaerah Bay 2307 dimana kapal tersebut tengah memuat limbah B3 dari Batam ke Padang, Sumatera Barat.

“Ketika memeriksa dokumen kapal, ada ijazah kepelautan yang diduga palsu. Ketika dikoordinasikan dengan lembaga pendidikan, disebutkan bahwa tidak pernah mengeluarkan sertifikat dengan nama tersangka (TS dan FS). Dan tersangka juga tidak pernah melaksanakan pendidikan disana,” ujarnya.

Untuk barang bukti yang diamankan yakni 1 buah kapal boat beserta tongkang, dokumen kapal serta surat ijasah yang diduga palsu.

“Tersangka melanggar Pasal 302 ayat 1 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan Pasal 263 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” sebutnya.

Selanjutnya, kasus lainnya adalah pengungkapan kasus pencurian dan narkoba.

Kasus pencurian dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pelabuhan Perikanan Bungus. Tersangka datang bersama 3 orang temannya dengan mengambil besi radio komponen (pendeteksi untuk alat pancing) dan blower.

“Satu orang berhasil ditangkap, sedang tiga orang lainnya masih dalam pencarian,” jelasnya.

Kemudian, kasus narkotika dengan dua orang tersangka dengan TKP yang berbeda. Tersangka pertama, kasusnya diungkap dengan barang bukti 31 paket yang diduga sabu. “Narkoba jenis sabu hendak dibawa tersangka ke Mentawai,” ucap Kombes Pol Sahat.

Selanjutnya di TKP Dermaga Perikanan Bungus, dilakukan penangkapan terhadap tersangka AS (36) yang berprofesi sebagai buruh, dengan barang bukti 15 paket sabu dan helm, Handphone, dompet, uang tunai Rp. 48 ribu rupiah.

Dalam memasuki fase New Normal, dan percepatan pemutusan rantai penyebaran Covid 19, Ditpolairud Polda Sumbar dibawah pimpinan Kombespol Sahat M Hasibuan, S.I.K.,M.H selalu menerapkan Protokol kesehatan di Mako Ditpolairud Polda Sumbar, diantaranya :

  • Mencuci tangan dengan Sabun sebelum memasuki lingkungan Ditpolairud Polda Sumbar.,
  • Menjaga jarak saat pelaksanaan Apel.,
  • Selalu mengecek suhu badan Personil Saat akan memasuki gedung kantor.,
  • menjaga jarak dan menggunakan handsanitizer saat bekerja.

Ditpolairud Polda Sumbar tergabung dalam patroli skala besar polda sumbar

Personil Ditpolairud Polda Sumbar yang tergabung dalam Satgas Percepatan Pemutusan penyebaran Covid-19 Polda Sumbar melaksanakan Patroli Skala besar yang di laksanakan di kota padang.

Adapun bentuk kegiatan Patroli skala besar tersebut ialah memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu memakai masker saat keluar rumah, menjaga kebersihan dan selalu mencuci tangan, Social Distancing, dan memberi pemahaman tentang PSBB (Pembatasan Sosial berskala besar) mengingat sumatera barat telah disetujui PSBB oleh pemerintah melalui Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Ditpolairud polda sumbar yang tergabung dalam patroli skala besar polda sumbar lakukan patroli dan himbauan kepada masyarakat kota padang agar nentaati segala peraturan dan kebijakan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi covid-19, diantaranya menghindari kerumunan, mengurangi aktivitas di luar rumah, selalu memakai masker dan menjaga kebersihan baik perorangan maupun lingkungan.

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumbar menambahkan informasi COVID-19 dalam aplikasi “Jangkar Airud” yang dikembangkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Polairud Polda Sumbar Kombes Pol Soelistijono, S.IK,.M.H di Padang, hari senin kemaren mengatakan ada penambahan informasi di aplikasi baru dilakukan pada hari ini.

Menurut hemat beliau, dengan adanya hal ini dapat menambah pengetahuan masyarakat terkait informasi tentang virus COVID-19 yang dapat diakses melalui aplikasi telepon pintar. Beliau juga mengatakan aplikasi tersebut bertujuan membantu masyarakat dapat mengetahui penyebaran virus COVID-19 di Indonesia.

Selain itu, pihak Ditpolairud Polda Sumbar terus melakukan upaya sosialisasi aplikasi tersebut kepada masyarakat luas agar dapat dimanfaatkan secara luas.

Kemudian terkait dengan Maklumat Kapolri, pihak intern sendiri terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat di wilayah kepulauan dan perairan.

“Kami berharap masyarakat dapat patuh menjalani instruksi pemerintah dan Maklumat Kapolri”. pungkas beliau.

https://sumbar.antaranews.com/berita/343534/ditpolair-polda-sumbar-tambahkan-informasi-covid-19-di-aplikasi-jangkar-airud

KAMI BEKERJA UNTUK ANDA

ANDA DI RUMAH UNTUK SEMUA

UNTUK INDONESIA

#polriuntukIndonesia

#polricegahcorona

#polairudpedulikesehatan

#polairudcegahcorona

Sesuai dengan Surat Kapolri Nomor : B/2251/IV/KEP./2020/PUSDOKKES Tanggal 1 April 2020 perihal Protokol Isolasi Mandiri. Adapun tujuan dari surat ini diterbitkan agar mempedomani dan mensosialisasikan Protokol Isolasi Mandiri untuk penanganan Covid-19 ke seluruh masyarakat Polri. (isi dok. terlampir)

Pada Hari Rabu 1 April 2020 sekitar pukul 14.30 WIB, Kodri (korban) bersama hariadi (saksi) melakukan penyelaman di perairan di kawasan Teluk Sirih Bungus Teluk Kabung, Korban menyelam mempergunakan alat snorkel, Fin dan memakai alat senjata tombak untuk menembak ikan, setelah korban dan saksi melakukan penyelaman(bukan mempergunakan alat tabung selam) , menyelam sambil berenang dan ada mempergunakan boya untuk pertanda penyelaman, Sekira pukul 17.30 keluar dari laut dan ternyata temannya tidak ditemukan hanya dilihat ada senjata tombak terletak di pinggir laut adapun setelah itu haryadi(saksi) melakukan pencarian korban namun tidak ditemukan.
Selanjutnya dilaporkan haryadi(saksi) kepada arsul (keluarga) guna untuk dilaporkan ke Ditpolairud Polda Sumbar.

Tindakan yang telah dilakukan yaitu memerintahkan piket SAR dan PA Piket DitPolairud untuk mendatangi TKP pada hari selanjutnya, kemudian korban ditemukan pada hari Kamis sekira pukul 20.50 WIB dan langsung dibawa ke Rumkit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.